Bismillah
Lempar Dadunya!
"Banyak orang ingin mendapatkan angka enam. Sayangnya, mereka lupa bahwa angka enam tidak pernah muncul dari dadu yang hanya digenggam."
Bismillah.
Pernah bermain ular tangga?
Atau sekadar melempar dadu?
Coba jawab satu pertanyaan sederhana.
Bagaimana caranya supaya kita mendapatkan angka enam?
Apakah ada teknik rahasia?
Apakah ada cara khusus menggenggam dadu?
Apakah harus membaca rumus tertentu?
Tentu tidak.
Cara paling ampuh untuk mendapatkan angka enam hanyalah satu.
Lempar dadunya.
Kalau belum enam?
Lempar lagi.
Belum juga?
Lempar lagi.
Terus begitu.
Sederhana.
Mimpi Itu Seperti Angka pada Dadu
Menurut saya, mimpi juga seperti angka pada sebuah dadu.
Kita semua memiliki angka yang ingin dicapai.
Ada yang ingin menjadi guru.
Ada yang ingin menjadi pengusaha.
Ada yang ingin membangun lembaga.
Ada yang ingin menulis buku.
Ada pula yang sekadar ingin menjadi pribadi yang lebih baik dibanding hari kemarin.
Sayangnya, banyak orang berhenti pada satu tahap.
Mereka hanya memikirkan mimpinya.
Menganalisisnya.
Membicarakannya.
Merencanakannya.
Tetapi tidak pernah benar-benar melempar "dadunya".
Padahal mimpi hanya akan tetap menjadi mimpi jika tidak pernah diberi kesempatan untuk diwujudkan.
Tidak Selalu Harus Angka Enam
Lalu bagaimana jika yang kita butuhkan bukan angka enam?
Misalnya dalam permainan ular tangga kita sudah berada di kotak 98.
Untuk mencapai kotak 100 kita hanya membutuhkan angka dua.
Apakah kita tetap harus mengejar angka enam?
Tentu tidak.
Yang kita perlukan hanyalah melempar.
Biarkan dadu menentukan angkanya.
Tugas kita hanyalah terus bergerak.
Karena tanpa melempar, angka berapa pun tidak akan pernah keluar.
Jangan Terlalu Lama Memikirkan
Kadang kita terlalu lama berpikir.
Takut gagal.
Takut salah.
Takut ditertawakan.
Takut tidak sempurna.
Padahal dunia lebih banyak menghargai orang yang mencoba daripada orang yang hanya pandai berencana.
Berpikirlah seperlunya.
Susun strategi.
Lalu mulai bergerak.
Kalau ternyata belum berhasil...
Perbaiki.
Lempar lagi.
Begitu seterusnya.
Jangan Sibuk Melihat Papan Permainan Orang Lain
Kesalahan lain yang sering kita lakukan adalah terlalu sering melihat papan permainan orang lain.
Ada yang sudah sampai kotak 100.
Ada yang baru membeli rumah.
Ada yang usahanya berkembang.
Ada yang bukunya laris.
Ada yang kariernya melesat.
Lalu kita berhenti.
Bukan karena permainan kita selesai.
Tetapi karena sibuk membandingkan perjalanan kita dengan perjalanan mereka.
Padahal setiap orang memiliki papan ular tangganya sendiri.
Jangan berhenti hanya karena orang lain sudah lebih dulu sampai.
Bandingkan Dirimu dengan Dirimu Kemarin
Kalau hari ini kamu berada di kotak 99...
Maka fokuslah menuju kotak 100.
Kalau ternyata justru terkena ular dan turun jauh...
Tidak apa-apa.
Lempar lagi.
Naik lagi.
Kalau turun lagi...
Bangkit lagi.
Karena kemenangan bukan milik mereka yang tidak pernah jatuh.
Kemenangan adalah milik mereka yang terus melempar dadu hingga permainan selesai.
Allah Menentukan Hasil, Kita Menentukan Ikhtiar
Sebagai seorang muslim, kita meyakini bahwa hasil akhirnya berada di tangan Allah.
Namun Allah juga mengajarkan bahwa perubahan tidak datang kepada orang yang hanya menunggu.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."(QS. Ar-Ra'd: 11)
Ayat ini mengajarkan bahwa ikhtiar adalah bagian dari sunnatullah.
Allah yang menentukan hasil.
Tetapi kitalah yang diperintahkan untuk terus berusaha.
Terus belajar.
Terus mencoba.
Terus memperbaiki diri.
Dengan kata lain...
Terus melempar dadunya.
Penutup
Mungkin hari ini angka yang keluar belum sesuai harapan.
Tidak apa-apa.
Besok masih ada kesempatan untuk melempar lagi.
Selama permainan belum selesai, selama napas masih Allah titipkan, selama kesempatan masih diberikan, jangan pernah berhenti mencoba.
Karena angka enam tidak akan pernah muncul dari dadu yang hanya disimpan di dalam genggaman.
Ia hanya akan muncul pada dadu yang berani dilempar.
Maka...
Berpikirlah secukupnya.
Berdoalah sebanyak-banyaknya.
Lalu bergeraklah dengan sungguh-sungguh.
Sisanya, biarkan Allah menentukan hasil terbaik.
Selamat melempar dadumu.
Salam YASSSSSSSHHHHHH!!!

Komentar
Posting Komentar