Seri Sejarah Islam #6 Penciptaan Nabi Adam AS: Dari Tanah hingga Ditiupkannya Ruh Menurut Al-Qur'an, Hadits, dan Tafsir

 

Bagaimana Allah menciptakan Nabi Adam AS? Mengapa manusia diciptakan dari tanah? Simak penjelasan lengkap berdasarkan Al-Qur'an, hadits shahih, tafsir Ibnu Katsir, Ath-Thabari, Al-Qurthubi, dan kitab para ulama.


Pendahuluan

Nabi Adam AS merupakan manusia pertama sekaligus nabi pertama yang Allah ciptakan. Kisah penciptaannya bukan sekadar sejarah awal umat manusia, tetapi juga menjadi dasar pemahaman tentang asal-usul manusia, tujuan hidup, dan kemuliaan yang Allah berikan kepada keturunannya.

Berbeda dengan makhluk lain, proses penciptaan Nabi Adam AS dijelaskan secara bertahap dalam Al-Qur'an. Berbagai istilah seperti turab (tanah), thin (tanah liat), hama' masnun (lumpur hitam), dan shalshal (tanah liat kering seperti tembikar) sering menimbulkan pertanyaan. Apakah istilah-istilah tersebut saling bertentangan?

Artikel ini akan membahas seluruh tahapan tersebut berdasarkan Al-Qur'an, hadits shahih, tafsir para ulama, dan literatur sejarah Islam.


Allah Menciptakan Adam dari Tanah

Allah berfirman:

"Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berfirman kepadanya, 'Jadilah!', maka jadilah dia."

(QS. Ali 'Imran: 59)

Ayat ini menegaskan bahwa asal penciptaan Adam adalah tanah, sekaligus menjadi bantahan terhadap anggapan bahwa setiap manusia harus lahir melalui ayah dan ibu.


Mengapa Al-Qur'an Menyebut Beberapa Jenis Tanah?

Al-Qur'an menggunakan beberapa istilah untuk menggambarkan tahapan penciptaan Adam.

1. Turab (Tanah)

Allah berfirman:

"...Dia menciptakannya dari tanah..."

(QS. Ali 'Imran: 59)

Menurut para mufasir, turab menunjukkan bahan dasar penciptaan Adam.


2. Thin (Tanah Liat)

Allah berfirman:

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat."

(QS. Ash-Shaffat: 11)

Tanah yang telah bercampur air menjadi tanah liat (thin), menunjukkan tahap berikutnya dari proses penciptaan.


3. Hama' Masnun (Lumpur Hitam)

Allah berfirman:

"Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk."

(QS. Al-Hijr: 26)

Menurut Ibnu Katsir, istilah ini menunjukkan tanah yang telah mengalami perubahan sehingga menjadi lumpur yang siap dibentuk.


4. Shalshal (Tanah Kering Seperti Tembikar)

Allah berfirman:

"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar."

(QS. Ar-Rahman: 14)

Tahap ini menggambarkan tanah yang telah mengering dan mengeluarkan bunyi ketika diketuk.


Apakah Ayat-Ayat Ini Bertentangan?

Tidak.

Para mufasir menjelaskan bahwa istilah-istilah tersebut bukan saling bertentangan, melainkan menggambarkan tahapan berbeda dalam proses penciptaan Adam:

  1. Tanah (turab).
  2. Tanah bercampur air (thin).
  3. Lumpur hitam (hama' masnun).
  4. Tanah liat yang mengering (shalshal).
  5. Ditiupkan ruh.

Penjelasan ini dapat ditemukan dalam tafsir Ibnu Katsir, Ath-Thabari, dan Al-Qurthubi.


Tanah dari Berbagai Penjuru Bumi

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh permukaan bumi. Maka keturunan Adam datang sesuai dengan jenis tanah tersebut: ada yang merah, putih, hitam, dan di antara itu; ada yang lembut, keras, baik, dan buruk."

(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi; dinilai hasan sahih oleh sejumlah ulama)

Hadits ini menjelaskan hikmah mengapa manusia memiliki keragaman warna kulit, karakter, dan sifat.

Perlu dipahami bahwa hadits ini berbicara tentang asal penciptaan Adam dan keragaman manusia secara umum, bukan untuk membenarkan stereotip terhadap ras atau suku tertentu. Dalam Islam, ukuran kemuliaan tetaplah ketakwaan, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13.


Pembentukan Tubuh Adam

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa setelah tubuh Adam dibentuk, ia belum diberi ruh. Iblis melihat bentuk Adam dan mengetahui bahwa makhluk ini memiliki karakter yang berbeda.

Riwayat-riwayat yang menjelaskan rincian peristiwa ini memiliki tingkat kekuatan yang berbeda-beda. Karena itu, rincian yang tidak didukung oleh hadits sahih sebaiknya tidak dipastikan sebagai fakta sejarah.


Peniupan Ruh

Allah berfirman:

"Kemudian apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud."

(QS. Al-Hijr: 29)

Frasa "ruh-Ku" merupakan bentuk penyandaran untuk memuliakan ciptaan Allah, bukan berarti ruh adalah bagian dari zat Allah. Para ulama Ahlus Sunnah menegaskan bahwa seluruh ruh adalah makhluk ciptaan Allah.

Dengan ditiupkannya ruh, Adam menjadi manusia pertama yang hidup atas kehendak Allah.


Kemuliaan Manusia

Allah kemudian memuliakan Adam dengan ilmu.

Pada artikel berikutnya kita akan membahas bagaimana Allah mengajarkan nama-nama kepada Adam dan mengapa hal itu menjadi bukti keutamaan manusia di hadapan para malaikat.


Timeline Peristiwa

  1. Allah mengumumkan penciptaan khalifah di bumi.
  2. Allah mengambil tanah sebagai bahan dasar penciptaan Adam.
  3. Tanah menjadi tanah liat (thin).
  4. Tanah liat berubah menjadi hama' masnun.
  5. Menjadi shalshal (tanah kering seperti tembikar).
  6. Allah menyempurnakan bentuk Adam.
  7. Allah meniupkan ruh.
  8. Adam hidup sebagai manusia pertama.

Fakta atau Israiliyat?

❌ "Adam diciptakan tepat pada hari Jumat pukul tertentu."

Terdapat hadits shahih yang menyebut Adam diciptakan pada hari Jumat, namun rincian waktu yang sangat spesifik banyak berasal dari riwayat yang tidak sahih. Karena itu, jangan dipastikan tanpa dalil yang kuat.

❌ "Ukuran tubuh Adam hanya beberapa meter."

Hadits shahih menyebut bahwa tinggi Nabi Adam adalah enam puluh hasta (sekitar 27–30 meter, tergantung ukuran hasta yang digunakan). Angka pastinya dalam satuan meter tidak disebutkan oleh Nabi ﷺ sehingga sebaiknya tidak dipastikan secara matematis.

❌ "Semua rincian proses pembentukan Adam berasal dari hadits."

Tidak. Sebagian rincian berasal dari atsar atau Israiliyat. Seorang Muslim hendaknya membedakan mana yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadits sahih, serta mana yang hanya riwayat pendukung.


Hikmah dan Pelajaran

  • Manusia berasal dari tanah sehingga tidak layak bersikap sombong.
  • Perbedaan warna kulit dan karakter merupakan bagian dari hikmah penciptaan Allah, bukan alasan untuk saling merendahkan.
  • Kemuliaan manusia berasal dari ilmu, amanah, dan ketakwaan, bukan asal-usul fisiknya.
  • Al-Qur'an menggambarkan proses penciptaan secara bertahap sebagai pelajaran tentang hikmah dan keteraturan ciptaan Allah.

Kesimpulan

Penciptaan Nabi Adam AS menunjukkan kebesaran Allah dan menjadi awal sejarah manusia. Al-Qur'an menggunakan beberapa istilah untuk menggambarkan tahapan penciptaan Adam, dan seluruh istilah tersebut saling melengkapi. Setelah bentuk Adam disempurnakan dan ruh ditiupkan, dimulailah kehidupan manusia pertama yang kelak menjadi khalifah di bumi.

Referensi

Al-Qur'an

  • QS. Ali 'Imran: 59
  • QS. Al-Hijr: 26–29
  • QS. Ar-Rahman: 14
  • QS. Ash-Shaffat: 11
  • QS. Al-Hujurat: 13

Hadits

  • Shahih al-Bukhari (hadits tentang tinggi Nabi Adam).
  • Shahih Muslim (riwayat tentang penciptaan Adam pada hari Jumat).
  • Sunan Abu Dawud.
  • Jami' at-Tirmidzi.

Kitab Tafsir

  • Tafsir al-Qur'an al-'Azhim – Ibnu Katsir.
  • Jami' al-Bayan – Ath-Thabari.
  • Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an – Al-Qurthubi.
  • Taysir al-Karim ar-Rahman – As-Sa'di.

Kitab Tarikh

  • Al-Bidayah wan Nihayah – Ibnu Katsir.
  • Qashash al-Anbiya' – Ibnu Katsir.



Komentar