KHUTBAH PERTAMA
الحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Pada kesempatan ini, marilah kita merenungkan satu pertanyaan:
Siapakah manusia yang terbaik?
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa kemuliaan manusia tidak hanya dilihat dari harta, jabatan, atau kedudukannya.
Tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang ia berikan kepada orang lain.
Allah berfirman:
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
“Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu untuk dirimu sendiri.”
QS. Al-Isra': 7
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa manfaat kebaikan akan kembali kepada orang yang mengerjakannya, sedangkan akibat keburukan juga akan kembali kepada pelakunya.
Maka jangan pernah merasa rugi ketika berbuat baik.
Ketika kita membantu orang lain, sebenarnya kita sedang menanam kebaikan untuk diri kita sendiri.
Menolong Orang yang Kesusahan
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa barang siapa menghilangkan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan dunia, maka Allah akan menghilangkan satu kesusahannya pada hari kiamat.
HR. Muslim.
Maka ketika kita melihat saudara kita dalam kesusahan, jangan hanya bertanya:
“Apa urusannya dengan saya?”
Tetapi mari bertanya:
“Apa yang bisa saya bantu?”
Bantuan itu tidak harus besar.
Yang mempunyai harta membantu dengan hartanya.
Yang mempunyai tenaga membantu dengan tenaganya.
Yang mempunyai ilmu membantu dengan ilmunya.
Yang mempunyai waktu membantu dengan waktunya.
Karena boleh jadi pertolongan kecil yang kita berikan kepada orang lain menjadi sebab Allah memberikan pertolongan besar kepada kita.
Memuliakan Tetangga adalah Bagian dari Iman
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Orang yang paling dekat dengan kehidupan kita setelah keluarga adalah tetangga.
Karena itu Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya.”
HR. Bukhari dan Muslim.
Perhatikan, Rasulullah ﷺ menghubungkan iman dengan sikap kita kepada tetangga.
Maka jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi tetangga kita terganggu karena lisan dan perbuatan kita.
Rasulullah ﷺ bahkan memberikan peringatan yang sangat keras:
وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ
“Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman!”
Para sahabat bertanya:
“Siapa wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab:
الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
“Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.”
HR. Bukhari dan Muslim.
Jamaah rahimakumullah,
Ini adalah peringatan yang sangat keras.
Jangan sampai tetangga kita takut kepada kita.
Jangan sampai mereka terganggu karena suara kita.
Jangan sampai mereka sakit hati karena ucapan kita.
Jangan sampai kita membuka aib mereka.
Sebaliknya, jadikanlah tetangga kita merasakan kebaikan dari kehadiran kita.
Ketika tetangga sakit, kita peduli.
Ketika mereka kesusahan, kita membantu.
Ketika mereka mendapatkan musibah, kita hadir.
Boleh jadi kebaikan kita kepada tetangga menjadi sebab keselamatan dan pahala bagi kita. Sebaliknya, jangan sampai kezaliman dan gangguan kepada tetangga menjadi sebab dosa dan azab Allah.
Jangan Memperbesar Perselisihan
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Dalam kehidupan bermasyarakat, perselisihan terkadang tidak dapat dihindari.
Antar tetangga bisa berselisih.
Antar keluarga bisa berselisih.
Antar warga bisa berbeda pendapat.
Tetapi Islam mengajarkan kita untuk memperbaiki, bukan memperkeruh.
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَفَسَادُ ذَاتِ الْبَيْنِ الْحَالِقَةُ
“Kerusakan hubungan antara manusia adalah sesuatu yang mencukur.”
Artinya, perselisihan dan permusuhan dapat menghancurkan persaudaraan dan kebaikan.
Karena itu jangan menjadi orang yang senang membawa cerita dari satu orang kepada orang lain.
Jangan menjadi penyebar masalah.
Jangan memperbesar kesalahan.
Kalau ada perselisihan, mari kita berusaha memperbaikinya.
Allah berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu.”
QS. Al-Hujurat: 10
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ؟ إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ
“Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang lebih utama daripada puasa, salat, dan sedekah? Yaitu mendamaikan hubungan antara manusia.”
HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi.
Jamaah rahimakumullah,
Mendamaikan manusia adalah amal yang besar.
Karena orang yang mendamaikan bukan hanya menghentikan pertengkaran, tetapi menyelamatkan persaudaraan.
Mari Kita Mulai dari Kampung Kita
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Apa yang kita bicarakan ini sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Mari kita mulai dari lingkungan kita sendiri.
Kalau ada tetangga sakit, kita jenguk.
Kalau ada warga kesusahan, kita bantu.
Kalau ada warga terkena musibah, kita gotong royong.
Kalau ada tetangga membutuhkan bantuan, kita berusaha membantu.
Kalau ada perselisihan, jangan kita tambah masalahnya.
Kalau mampu, kita damaikan.
Tidak perlu menunggu kaya untuk menjadi orang yang bermanfaat.
Tidak perlu menunggu menjadi pejabat.
Tidak perlu menunggu menjadi tokoh masyarakat.
Mulailah dari diri kita.
Mulailah dari keluarga.
Mulailah dari tetangga.
Mulailah dari lingkungan kita.
Jangan selalu bertanya:
“Apa yang saya dapat dari masyarakat?”
Tetapi mari kita bertanya:
“Apa yang bisa saya berikan kepada masyarakat?”
Karena Rasulullah ﷺ telah mengajarkan:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Penutup Khutbah Pertama
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Mari kita ingat beberapa pesan hari ini.
Berbuat baiklah, karena Allah berfirman:
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ
“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik untuk diri kalian sendiri.”
Bantulah orang yang kesusahan, karena Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa orang yang menghilangkan kesusahan seorang mukmin, Allah akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat.
Muliakanlah tetangga, karena Rasulullah ﷺ mengaitkannya dengan iman.
Dan jangan ganggu tetangga, karena Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras kepada orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.
Dan jika terjadi perselisihan, berusahalah mendamaikan, karena Allah berfirman:
فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ
“Maka damaikanlah antara kedua saudaramu.”
Jamaah rahimakumullah,
Mari kita menjadi manusia yang ketika hadir membawa manfaat.
Ketika melihat kesusahan, membantu.
Ketika melihat tetangga, memuliakan.
Ketika melihat perselisihan, mendamaikan.
Dan ketika berbuat baik, yakinlah bahwa kebaikan itu tidak pernah sia-sia di sisi Allah.
Semoga kita termasuk:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Sebaik-baik manusia karena paling bermanfaat bagi sesama.
أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Mari kita pulang dengan membawa satu tekad:
Saya ingin menjadi orang yang bermanfaat.
Membantu ketika ada yang kesusahan.
Memuliakan ketika bertemu tetangga.
Menjaga lisan agar tidak menyakiti.
Dan mendamaikan ketika ada perselisihan.
Semoga Allah menjadikan kita manusia yang bermanfaat bagi keluarga, tetangga, masyarakat, agama, dan bangsa.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَلِوَالِدَيْنَا، وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوْبَنَا وَأَعْمَالَنَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا نَافِعِيْنَ لِعِبَادِكَ، وَاجْعَلْنَا مِفْتَاحًا لِلْخَيْرِ، مِغْلَاقًا لِلشَّرِّ.
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَبَارِكْ فِي أَهْلِنَا وَجِيْرَانِنَا وَمُجْتَمَعِنَا.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ بَيْنَ الْمُتَخَاصِمِيْنَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ الْقُلُوْبِ، وَانْزِعِ الْغِلَّ وَالْحَسَدَ وَالْبَغْضَاءَ مِنْ قُلُوْبِنَا.
اللَّهُمَّ مَنْ كَانَ مِنَّا مَرِيْضًا فَاشْفِهِ، وَمَنْ كَانَ مِنَّا مُحْتَاجًا فَاقْضِ حَاجَتَهُ، وَمَنْ كَانَ مِنَّا فِي ضِيْقٍ فَفَرِّجْ هَمَّهُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ،
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Komentar
Posting Komentar