Seri Sejarah Islam #3: Arsy, Al-Qalam, Lauhul Mahfuz, dan Malaikat: Makhluk Pertama yang Allah Ciptakan Menurut Al-Qur'an dan Hadits

 


Pendahuluan

Setelah Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, muncul pertanyaan yang sering dibahas oleh para ulama: makhluk apakah yang pertama kali Allah ciptakan?

Pertanyaan ini tidak hanya berkaitan dengan sejarah, tetapi juga dengan akidah. Al-Qur'an dan hadits memberikan beberapa keterangan tentang Arsy, Al-Qalam, Lauhul Mahfuz, air, dan malaikat. Sebagian riwayat tampak berbicara tentang "yang pertama", sehingga para ulama menjelaskan cara mengompromikannya.

Artikel ini akan membahasnya berdasarkan dalil yang sahih serta penjelasan ulama Ahlus Sunnah.


Allah Telah Menetapkan Segala Sesuatu Sebelum Alam Diciptakan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Allah telah menetapkan takdir seluruh makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, dan Arsy-Nya berada di atas air."

(HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Allah telah mengetahui dan menetapkan seluruh ketentuan makhluk sebelum penciptaan langit dan bumi.


Arsy Allah

Allah berfirman:

"Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, sedangkan Arsy-Nya berada di atas air."

(QS. Hud: 7)

Arsy adalah makhluk yang agung dan merupakan atap seluruh makhluk. Allah beristiwa di atas Arsy sesuai dengan kebesaran-Nya, tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk dan tanpa menanyakan bagaimana caranya (bilā kayf).

Dalam hadits shahih disebutkan bahwa Arsy adalah makhluk yang sangat besar, dipikul oleh para malaikat yang kuat.


Air Sebelum Langit dan Bumi

Ayat dalam QS. Hud: 7 menunjukkan bahwa ketika langit dan bumi belum diciptakan, Arsy berada di atas air.

Para ulama menjelaskan bahwa keberadaan air pada fase awal penciptaan merupakan bagian dari ilmu gaib yang hanya diketahui secara pasti melalui wahyu. Karena itu, kita menerima keterangan tersebut sebagaimana datangnya tanpa berspekulasi lebih jauh.


Al-Qalam (Pena)

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya yang pertama kali Allah ciptakan adalah Al-Qalam. Allah berfirman kepadanya, 'Tulislah.' Al-Qalam bertanya, 'Apa yang harus aku tulis?' Allah berfirman, 'Tulislah takdir segala sesuatu hingga Hari Kiamat.'"

(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi; dinilai sahih oleh sejumlah ulama)

Hadits ini menunjukkan kemuliaan Al-Qalam sebagai makhluk yang diperintahkan menulis seluruh ketetapan Allah.


Lauhul Mahfuz

Allah berfirman:

"Bahkan yang didustakan itu ialah Al-Qur'an yang mulia, yang tersimpan di Lauhul Mahfuz."

(QS. Al-Buruj: 21–22)

Lauhul Mahfuz adalah tempat tersimpannya ketetapan Allah. Seluruh takdir makhluk telah ditulis di dalamnya sesuai dengan ilmu Allah yang sempurna.

Para ulama menegaskan bahwa penulisan takdir tidak menghilangkan tanggung jawab manusia untuk berusaha dan beramal, karena Allah juga menetapkan adanya pilihan dan sebab-akibat.


Bagaimana Ulama Mengompromikan Riwayat tentang "Makhluk Pertama"?

Sebagian orang mengira terdapat pertentangan antara hadits tentang Al-Qalam dan ayat yang menyebut Arsy berada di atas air.

Padahal, para ulama menjelaskan bahwa:

  1. Arsy telah ada ketika Allah memerintahkan Al-Qalam untuk menulis.
  2. Hadits tentang Al-Qalam dipahami sebagai makhluk pertama yang diciptakan untuk tugas penulisan takdir.
  3. Tidak ada pertentangan jika setiap nash dipahami sesuai konteksnya.

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menjelaskan bahwa riwayat-riwayat tersebut saling melengkapi, bukan saling meniadakan.


Penciptaan Malaikat

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepada kalian."

(HR. Muslim)

Hadits ini menjadi dasar bahwa asal penciptaan malaikat berbeda dengan manusia dan jin.


Tugas-Tugas Malaikat

Al-Qur'an dan hadits menyebutkan berbagai malaikat dengan tugas yang berbeda, di antaranya:

  • Jibril: menyampaikan wahyu kepada para nabi.
  • Mikail: mengatur rezeki, hujan, dan tumbuh-tumbuhan atas perintah Allah.
  • Israfil: meniup sangkakala pada hari kiamat.
  • Malakul Maut: mencabut nyawa makhluk.
  • Kiraman Katibin: mencatat amal manusia.
  • Munkar dan Nakir: menguji manusia di alam kubur.
  • Malaikat penjaga surga dan neraka: menjalankan tugas sesuai ketetapan Allah.

Semua malaikat adalah hamba Allah yang taat dan tidak pernah membangkang.


Malaikat Tidak Pernah Bermaksiat

Allah berfirman:

"Mereka tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

(QS. At-Tahrim: 6)

Berbeda dengan manusia dan jin yang diberi pilihan, malaikat senantiasa taat kepada Allah.


Hikmah Beriman kepada Makhluk Ghaib

Keimanan kepada Arsy, Al-Qalam, Lauhul Mahfuz, dan malaikat termasuk bagian dari iman kepada perkara gaib. Allah memuji orang-orang yang beriman kepada yang gaib dalam QS. Al-Baqarah ayat 3.

Keimanan ini mengajarkan bahwa tidak semua realitas dapat dijangkau oleh pancaindra. Wahyu menjadi sumber pengetahuan yang melengkapi kemampuan akal manusia.


Pelajaran yang Dapat Diambil

  • Allah mengetahui seluruh kejadian sebelum alam diciptakan.
  • Takdir telah ditetapkan, tetapi manusia tetap diperintahkan berusaha dan bertanggung jawab atas pilihannya.
  • Malaikat adalah makhluk mulia yang selalu taat kepada Allah.
  • Seorang Muslim hendaknya berhati-hati ketika membahas perkara gaib dan membatasi diri pada dalil yang sahih.
  • Perbedaan pendapat ulama tentang rincian urutan penciptaan tidak mengubah pokok-pokok akidah yang telah disepakati.

Kesimpulan

Sebelum penciptaan Nabi Adam AS, Allah telah menciptakan makhluk-makhluk agung seperti Arsy, Al-Qalam, Lauhul Mahfuz, air, dan para malaikat. Al-Qur'an dan hadits memberikan informasi yang cukup untuk menguatkan keimanan, namun tidak menjelaskan seluruh rincian kronologinya. Oleh karena itu, sikap yang benar adalah menerima nash yang sahih dan menghindari spekulasi terhadap perkara gaib.

Memahami tahap awal penciptaan ini menjadi bekal penting sebelum membahas penciptaan jin, kisah Iblis, dan akhirnya penciptaan Nabi Adam AS.


Referensi

Al-Qur'an

  • QS. Al-Baqarah: 3
  • QS. Hud: 7
  • QS. Al-Buruj: 21–22
  • QS. At-Tahrim: 6

Hadits

  • Shahih Muslim (Kitab al-Qadar; hadits tentang takdir dan penciptaan malaikat).
  • Sunan Abu Dawud (hadits tentang Al-Qalam).
  • Jami' at-Tirmidzi (hadits tentang Al-Qalam).

Kitab Tafsir

  • Tafsir al-Qur'an al-'Azhim – Ibnu Katsir.
  • Jami' al-Bayan – Ath-Thabari.
  • Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an – Al-Qurthubi.

Kitab Tarikh

  • Al-Bidayah wan Nihayah – Ibnu Katsir.

Komentar