SERI SEJARAH ISLAM #014 B Nabi Idris AS: Sangat Membenarkan, Seorang Nabi, dan Diangkat ke Tempat yang Tinggi
Kisah Nabi Idris AS Apa yang benar-benar diketahui tentang Nabi Idris dan apa yang hanya berupa riwayat?
Pendahuluan
Setelah membahas Nabi Adam AS dan generasi awal manusia, kita sampai kepada salah satu nabi yang namanya disebut secara langsung dalam Al-Qur'an: Nabi Idris AS.
Menariknya, Al-Qur'an tidak menceritakan kehidupan Nabi Idris secara panjang sebagaimana kisah Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, atau Yusuf.
Allah hanya memberikan beberapa keterangan yang sangat penting:
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ ۖ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا
"Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Idris di dalam Kitab. Sesungguhnya dia seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."
QS. Maryam: 56–57 (Quran.com)
Dua ayat ini sudah memberikan gambaran luar biasa tentang kedudukan Nabi Idris:
Beliau adalah seorang yang sangat benar dan seorang nabi.
Dan Allah memberikan kepadanya kedudukan yang tinggi.
Siapakah Nabi Idris AS?
Al-Qur'an menyebut beliau dengan nama Idris dan memberikan dua sifat utama:
1. صِدِّيقًا — Shiddiqan
Yakni orang yang sangat membenarkan dan sangat kuat dalam kejujuran serta kebenaran.
2. نَبِيًّا — Nabiyyan
Allah secara tegas menyatakan bahwa Idris adalah seorang nabi. (Quran.com)
Dalam tafsir Ath-Thabari, kata shiddiq dijelaskan berkaitan dengan orang yang tidak berdusta, sedangkan nabi adalah orang yang menerima wahyu dari Allah. (Quran.com)
Jadi, informasi paling kokoh tentang Nabi Idris bukanlah berbagai cerita yang berkembang di masyarakat.
Informasi paling kokoh adalah:
Idris adalah seorang nabi Allah yang memiliki sifat sangat benar.
Nabi Idris Disebut Dua Kali dalam Al-Qur'an
Nama Idris disebut dalam dua tempat.
QS. Maryam: 56–57
Allah berfirman:
"Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Idris di dalam Kitab. Sesungguhnya dia seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."
QS. Al-Anbiya': 85–86
Allah berfirman:
"Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzul Kifl. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar. Dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sungguh, mereka termasuk orang-orang saleh."
Dari dua bagian Al-Qur'an tersebut, kita mendapatkan tiga karakter penting Nabi Idris:
Shiddiq — Nabi — Sabar dan saleh.
Kapan Nabi Idris Hidup?
Ini bagian yang perlu kita jelaskan dengan hati-hati.
Dalam tradisi tafsir Islam, pendapat yang masyhur menempatkan Nabi Idris sebelum Nabi Nuh AS. Sebagian ulama bahkan menghubungkan Idris dengan salah satu generasi awal setelah Adam. (Alim)
Namun, Al-Qur'an tidak memberikan tahun, tempat kelahiran, atau tanggal kehidupan Nabi Idris.
Karena itu kita tidak boleh menuliskan:
"Nabi Idris hidup pada tahun sekian sebelum Masehi."
jika tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Demikian pula mengenai identitas Idris dengan tokoh Enoch dalam tradisi Bibel, hal tersebut merupakan pendapat yang banyak dikemukakan dalam literatur tafsir dan sejarah, tetapi tidak terdapat hadits shahih yang secara tegas menyatakan identitas tersebut. Bahkan sejumlah ulama tafsir mencatat adanya perbedaan pendapat. (Alim)
Maka dalam seri kita, lebih aman menyebut:
Nabi Idris AS sebagaimana disebut Al-Qur'an, tanpa memaksakan identifikasi yang tidak ditegaskan oleh wahyu.
Nabi Idris dan Nabi Nuh
Dalam pembahasan sejarah para nabi, Nabi Idris umumnya ditempatkan sebelum Nabi Nuh AS.
Hal ini juga menjadi pendapat yang masyhur dalam literatur tafsir. (Alim)
Namun kita perlu membedakan:
Urutan yang dipahami dari tafsir dan riwayat
dengan
urutan yang dinyatakan secara eksplisit oleh Al-Qur'an.
Al-Qur'an tidak mengatakan secara langsung:
"Idris adalah nabi sebelum Nuh."
Karena itu, untuk menjaga standar ilmiah seri ini, kita menyebutnya sebagai pendapat yang masyhur di kalangan ulama, bukan sebagai tanggal kronologis yang pasti.
Keistimewaan Nabi Idris dalam Peristiwa Isra' Mi'raj
Salah satu informasi paling kuat mengenai Nabi Idris justru datang dari hadits shahih.
Ketika Rasulullah ﷺ melakukan perjalanan Isra' Mi'raj, beliau bertemu dengan sejumlah nabi di berbagai lapisan langit.
Dalam Shahih al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bertemu Nabi Idris di langit keempat. Jibril berkata:
"Ini adalah Idris."
Kemudian Rasulullah ﷺ memberi salam kepadanya dan Idris membalas salam tersebut. (Sunnah)
Riwayat Shahih Muslim juga menyebut pertemuan Rasulullah ﷺ dengan Nabi Idris di langit keempat. (Sunnah)
Ini menjadi salah satu informasi yang paling kuat mengenai Nabi Idris.
Apa Makna "Kami Mengangkatnya ke Tempat yang Tinggi"?
Allah berfirman:
"Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."
QS. Maryam: 57
Para ulama memberikan penjelasan mengenai makna ayat ini.
Yang pasti, Allah memberikan Nabi Idris kedudukan yang tinggi.
Hadits shahih kemudian memberikan informasi bahwa Rasulullah ﷺ bertemu dengannya di langit keempat dalam perjalanan Mi'raj. (Sunnah)
Namun terdapat riwayat-riwayat lain yang menceritakan secara panjang bagaimana Nabi Idris diangkat ke langit dan bagaimana beliau wafat.
Riwayat semacam itu harus diteliti satu per satu.
Ibnu Katsir sendiri ketika menafsirkan QS. Maryam: 56–57 menyebut hadits shahih tentang pertemuan Nabi Muhammad ﷺ dengan Idris di langit keempat, kemudian juga menukil sebuah kisah dari Ka'ab al-Ahbar mengenai pengangkatan Idris. Riwayat tambahan tersebut tidak memiliki kedudukan seperti hadits shahih tentang Mi'raj. (Quran.com)
Maka kita tidak perlu menjadikan kisah tambahan tersebut sebagai fakta pasti.
Nabi Idris dan Kesabaran
Allah menyebut Idris bersama Ismail dan Dzul Kifl:
"Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar."
QS. Al-Anbiya': 85
Kemudian Allah berfirman:
"Dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sungguh, mereka termasuk orang-orang saleh."
QS. Al-Anbiya': 86
Ini menunjukkan bahwa kesabaran dan kesalehan merupakan bagian penting dari karakter Nabi Idris.
Jadi meskipun Al-Qur'an tidak menceritakan banyak peristiwa kehidupan beliau, Allah tetap memberikan penilaian yang sangat tinggi terhadap kualitas keimanannya.
Bagaimana Dakwah Nabi Idris?
Di sinilah kita harus berhati-hati.
Banyak buku populer menceritakan bahwa Nabi Idris mengajarkan berbagai macam ilmu, keterampilan, tulisan, astronomi, jahit-menjahit, dan berbagai pengetahuan lainnya.
Sebagian kisah tersebut memang terdapat dalam literatur sejarah dan tafsir.
Tetapi tidak semuanya dapat dinisbatkan dengan pasti kepada Nabi Idris berdasarkan Al-Qur'an dan hadits shahih.
Karena itu, kita tidak akan menuliskannya sebagai fakta.
Yang dapat kita pastikan adalah:
Nabi Idris adalah nabi Allah, seorang yang sangat benar, sabar dan saleh.
Adapun rincian aktivitas beliau dalam kehidupan sehari-hari harus diberikan status sebagai riwayat, bukan fakta yang pasti.
Benarkah Nabi Idris Orang Pertama yang Menulis dengan Pena?
Ini adalah salah satu informasi yang sangat populer.
Bahkan terdapat riwayat yang menyebut bahwa Idris adalah orang pertama yang menulis dengan pena.
Tetapi kita perlu berhati-hati.
Riwayat panjang yang sering digunakan untuk menyebut jumlah para nabi dan beberapa keterangan tentang Idris tersebut dinilai sangat lemah pada bagian-bagian tertentu; Ibnu Katsir sendiri ketika membahasnya menjelaskan kelemahan riwayat tersebut. (Kutub)
Maka dalam seri sejarah kita:
Kita tidak akan menulis "Nabi Idris adalah manusia pertama yang menulis dengan pena" sebagai fakta yang pasti.
Jika informasi tersebut ingin disebut, statusnya harus dijelaskan sebagai riwayat yang diperselisihkan/bermasalah, bukan sebagai hadits shahih.
Ini adalah contoh penting mengapa kita perlu membedakan antara:
cerita populer
dan
dalil yang benar-benar kuat.
Nabi Idris dan Tradisi Sejarah
Dalam sebagian literatur klasik, Nabi Idris mendapatkan tempat yang sangat besar.
Para ulama dan penulis sejarah mencoba menyusun nasab beliau, masa hidupnya, masyarakatnya, serta berbagai ilmu yang dinisbatkan kepadanya.
Namun semakin jauh sebuah cerita dari Al-Qur'an dan hadits shahih, semakin penting bagi kita untuk memberikan label status riwayatnya.
Inilah metode yang akan terus digunakan dalam seri sejarah Islam kita.
Fakta yang Dapat Dipastikan
Berdasarkan Al-Qur'an
✅ Idris adalah seorang nabi.
✅ Idris adalah seorang shiddiq, orang yang sangat benar.
✅ Allah menyebutnya sebagai orang yang saleh.
✅ Idris termasuk orang yang sabar.
✅ Allah menyatakan bahwa Dia mengangkat Idris ke tempat yang tinggi. (Quran.com)
Berdasarkan hadits shahih
✅ Rasulullah ﷺ bertemu Nabi Idris dalam perjalanan Isra' Mi'raj.
✅ Nabi Idris berada di langit keempat dalam riwayat Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.
✅ Nabi Idris menyambut Rasulullah ﷺ sebagai saudara dan nabi yang saleh. (Sunnah)
Berdasarkan penjelasan ulama
✅ Pendapat yang masyhur menempatkan Nabi Idris sebelum Nabi Nuh AS. (Alim)
Yang Tidak Boleh Kita Pastikan Tanpa Dalil yang Kuat
❌ Tahun kelahiran Nabi Idris.
❌ Tempat kelahiran beliau.
❌ Lokasi pasti tempat dakwah beliau.
❌ Jumlah pengikut beliau.
❌ Berbagai rincian kehidupan yang hanya berasal dari kisah populer.
❌ Bahwa beliau pasti merupakan tokoh yang sama dengan Enoch berdasarkan hadits shahih.
❌ Bahwa beliau pasti manusia pertama yang menggunakan pena.
Pelajaran dari Nabi Idris AS
Kisah Nabi Idris mungkin pendek dalam Al-Qur'an, tetapi pesan yang terkandung di dalamnya sangat besar.
1. Kejujuran adalah kemuliaan
Allah tidak pertama-tama menyebut kekayaan, kekuasaan, atau kemampuan Nabi Idris.
Allah menyebut:
صِدِّيقًا
Sangat membenarkan dan sangat benar.
2. Menjadi nabi adalah kemuliaan terbesar
Allah secara tegas menyebut:
نَبِيًّا
Seorang nabi.
3. Kesabaran adalah jalan orang saleh
Idris disebut bersama orang-orang yang sabar.
4. Kedudukan tinggi berasal dari Allah
Allah berfirman:
"Dan Kami mengangkatnya ke tempat yang tinggi."
Manusia boleh mencari kedudukan di dunia, tetapi kemuliaan sejati adalah apa yang Allah berikan.
5. Tidak semua informasi sejarah harus kita ketahui
Ada nabi yang kisahnya sangat panjang dalam Al-Qur'an.
Ada pula nabi yang hanya disebut beberapa ayat.
Ini mengajarkan kepada kita bahwa tujuan Al-Qur'an bukan sekadar memberikan kronologi sejarah, tetapi memberikan petunjuk dan pelajaran.
Kesimpulan
Nabi Idris AS adalah salah satu nabi Allah yang hidup pada generasi awal manusia.
Al-Qur'an menyebut beliau sebagai:
"Seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi."
Allah juga menyebut beliau sebagai orang yang sabar dan saleh, serta menyatakan:
"Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."
Dalam perjalanan Isra' Mi'raj, Rasulullah ﷺ bertemu dengan Nabi Idris di langit keempat, sebagaimana terdapat dalam hadits Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. (Sunnah)
Adapun berbagai cerita mengenai kehidupan Nabi Idris yang sangat rinci harus disikapi dengan hati-hati. Tidak semuanya memiliki dasar yang sama kuat.
Karena itu, kesimpulan paling aman adalah:
Nabi Idris AS adalah seorang nabi Allah yang sangat benar, sabar dan saleh. Allah mengangkatnya ke kedudukan yang tinggi, dan Rasulullah ﷺ bertemu dengannya di langit keempat pada peristiwa Mi'raj.
Selebihnya, kita berhenti pada batas yang ditetapkan dalil.
Referensi Utama
Al-Qur'an
QS. Maryam: 56–57
QS. Al-Anbiya': 85–86
QS. Maryam: 58
Hadits
Shahih al-Bukhari no. 3342 — pertemuan Rasulullah ﷺ dengan Nabi Idris dalam Isra' Mi'raj. (Sunnah)
Shahih al-Bukhari no. 3887 — Nabi Idris di langit keempat. (Sunnah)
Shahih Muslim no. 162a dan 163 — pertemuan Nabi Muhammad ﷺ dengan Idris di langit keempat. (Sunnah)
Tafsir dan kitab ulama
Tafsir al-Qur'an al-'Azhim — Ibnu Katsir. (Quran.com)
Jami' al-Bayan — Ath-Thabari. (Quran.com)
Al-Bidayah wan Nihayah — Ibnu Katsir.

Komentar
Posting Komentar