Masyasih? #5 Mengeksekusi Solusi

 

Ide Tidak Akan Mengubah Dunia, Eksekusilah yang Melakukannya

"Banyak orang memiliki ide. Namun hanya sedikit yang berani mewujudkannya."

Pernahkah kamu mendengar nasihat seperti ini?

"Kalau punya masalah, jangan hanya fokus pada masalahnya. Pikirkan juga solusinya."

Nasihat itu benar.

Tetapi menurut saya, masih ada satu bagian yang sering terlupakan.

Solusi yang hanya dipikirkan tetaplah belum menyelesaikan apa pun.

Sebab dunia tidak berubah karena ide.

Dunia berubah karena ada orang yang berani mengeksekusi ide tersebut.


Berapa Banyak Ide yang Masih Tinggal di Kepala?

Coba renungkan sejenak.

Berapa banyak ide yang pernah muncul di kepalamu?

Mungkin ingin menulis buku.

Membangun usaha.

Belajar bahasa asing.

Membuat aplikasi.

Menghafal Al-Qur'an.

Mendirikan komunitas.

Atau sekadar mulai berolahraga setiap pagi.

Sekarang pertanyaannya...

Berapa banyak yang benar-benar sudah dilakukan?

Saya yakin jawabannya jauh lebih sedikit dibandingkan ide yang hanya singgah sebentar lalu menghilang.


Rasanya Menyesal Ketika Didahului Orang Lain

Lucunya, kita sering kali merasa kecewa ketika melihat orang lain berhasil mewujudkan sesuatu yang pernah kita pikirkan.

Lalu tanpa sadar kita berkata,

"Sebenarnya saya sudah kepikiran dari dulu."

Kalimat itu mungkin benar.

Tetapi dunia tidak memberi penghargaan kepada siapa yang pertama kali memikirkan.

Dunia lebih sering mengingat siapa yang pertama kali melakukannya.

Ide memang penting.

Namun tanpa tindakan, ia hanya menjadi angan-angan.


Dunia Menghargai Mereka yang Bertindak

Ada ungkapan yang cukup terkenal.

1% ide, 99% eksekusi.

Entah berapa persen angka yang paling tepat, tetapi maknanya jelas.

Nilai sebuah ide baru benar-benar terlihat ketika diwujudkan dalam tindakan.

Hal yang sama juga berlaku dalam kehidupan seorang muslim.

Kita tidak cukup hanya berpikir tentang salat.

Kita harus mendirikannya.

Kita tidak cukup hanya berniat berbuat baik.

Kita harus benar-benar melakukannya.

Karena amal dinilai dari apa yang dikerjakan, bukan hanya dari apa yang dipikirkan.

Tentu, diterima atau tidaknya amal tetap menjadi hak Allah SWT. Namun, tanpa usaha dan pelaksanaan, tidak ada amal yang bisa dipersembahkan.


Eksekusi Selalu Lebih Sulit daripada Berpikir

Membayangkan sesuatu itu mudah.

Melakukannya jauh lebih sulit.

Mengapa?

Karena tindakan selalu berhadapan dengan kenyataan.

Ada rasa takut.

Ada kegagalan.

Ada kritik.

Ada rasa malas.

Ada penolakan.

Semua itu tidak akan kita temui selama ide hanya tinggal di dalam kepala.


Belajar dari Thomas Alva Edison

Kisah Thomas Alva Edison sering dijadikan contoh tentang arti ketekunan.

Untuk menemukan lampu pijar yang berhasil, ia harus melewati begitu banyak percobaan yang tidak menghasilkan seperti yang diharapkan.

Setiap percobaan memberikan pelajaran baru hingga akhirnya menghasilkan temuan yang mengubah dunia.

Terlepas dari bagaimana angka pastinya, pelajaran pentingnya adalah ini:

Keberhasilan hampir selalu lahir dari rangkaian usaha yang panjang, bukan dari satu kali percobaan yang langsung sempurna.

Lalu bagaimana dengan kita?

Baru gagal sekali, apakah masih mau mencoba lagi?

Baru ditolak satu kali, apakah langsung menyerah?

Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang sering menguji seberapa besar keyakinan kita terhadap ide yang kita miliki.


Allah Memerintahkan Kita untuk Bergerak

Dalam Al-Qur'an terdapat pengingat bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka berusaha mengubah keadaan diri mereka sendiri.

Pesan ini mengajarkan bahwa perubahan membutuhkan ikhtiar.

Harapan tanpa usaha hanyalah angan.

Doa yang disertai tindakan akan memiliki makna yang jauh lebih kuat daripada sekadar keinginan yang tidak pernah diwujudkan.


Keresahan Itu Akhirnya Saya Eksekusi

Pada tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang keresahan ketika pertama kali melihat cara sebuah organisasi dakwah kampus memperkenalkan dirinya kepada mahasiswa baru.

Kalau saya hanya berhenti pada rasa kecewa...

Kalau saya hanya memberi kritik...

Kalau saya hanya menyampaikan saran...

Mungkin tulisan itu hanya menjadi keluhan panjang yang tidak menghasilkan apa-apa.

Karena itulah saya memilih jalan yang berbeda.

Saya memutuskan untuk masuk ke dalam organisasi tersebut.

Bukan untuk mencari kesalahan.

Melainkan untuk ikut memperbaiki dari dalam.

Saya mengikuti seluruh proses kaderisasi yang ada.

Belajar.

Mengamati.

Berdiskusi.

Dan mencoba memahami mengapa semuanya berjalan seperti itu.

Tentu saja perjalanan tersebut tidak selalu mudah.

Tidak semua sesuai dengan yang saya bayangkan.

Tidak semua berjalan seperti rencana.

Namun justru di sanalah pelajaran-pelajaran berharga mulai saya temukan.

Dan dari sanalah kisah berikutnya dimulai.


Penutup

Sering kali yang membedakan seseorang bukanlah kecerdasannya.

Bukan pula banyaknya ide yang ia miliki.

Melainkan keberaniannya untuk mengambil langkah pertama.

Karena ide hanya akan menjadi catatan kecil di dalam kepala.

Sedangkan tindakan memiliki kesempatan untuk mengubah kehidupan, bahkan mengubah banyak orang.

Jadi, jika hari ini ada satu ide baik yang terus terlintas dalam pikiranmu...

Jangan hanya dipikirkan.

Mulailah melangkah.

Meskipun kecil.

Meskipun pelan.

Karena setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah sederhana.


Bagaimana denganmu?

💬 Adakah ide yang sudah lama kamu simpan tetapi belum pernah kamu mulai?

Apa yang membuatmu menunda untuk mengeksekusinya?

Yuk, tuliskan di kolom komentar. Siapa tahu, setelah menuliskannya hari ini, itulah langkah pertama menuju perubahan yang selama ini kamu impikan.

Salam YASSSSSSSHHHHHH!!!

Komentar